PRAKTIKUM ANALISIS KLINIK

forum diskusi mahasiswa

Selamat datang praktikan !! March 1, 2011

Selamat datang di Blog Praktikum  Analisis Klinik semester genap 2010/2011. Sedikit berbeda dengan Praktikum Analisis Klinik tahun-tahun sebelumnya, di sini mahasiswa diajak untuk berdiskusi lebih interaktif melalui laporan dan forum diskusi online. Diharapkan dengan adanya blog mata praktikum ini, mahasiswa dapat memanfaatkan semaksimal mungkin kemudahan akses dan fasilitas tekonologi yang ada untuk mendukung studinya. Selamat bergabung dan sukses untuk praktikumnya!

Blog ini merupakan blog yang dibuat khusus untuk mata praktikum Analisis  Klinik. Disini praktikan akan memberikan laporan dalam bentuk comment dan pengumuman-pengumuman penting di publikasikan dalam blog ini….

Sekedar mengingatkan, bagi mahasiswa yang akan memberikan komentar mengenai praktikum yang dilakukan, hendaknya dipost pada halaman yang sudah disediakan, dan bukan pada halaman ini.

Terima kasih.

n.b.: Lihat halaman Pengumuman Penting untuk informasi tambahan P3 (Penetapan Kadar Karbohidrat Total) yang dimulai pada 29 Maret 2011

Advertisements
 

7 Responses to “Selamat datang praktikan !!”

  1. Nurindah Tri Margita (FA/08392) Says:

    Nuindah Tri Margita (09/285085/FA/08392)
    Kolesterol total adalah jumlah kolesterol bebas dan kolesterol ester. Berikut ini batasan kadar kolesterol total dalam darah:
    Kurang dari 200 mg/dL Normal
    200-239 mg/dL Batas normal-tinggi
    Lebih dari 239 mg/dL Tinggi
    Bila total kolesterol kita bisa dikatakan aman dari risiko penyakit jantung koroner. Namun demikian, kita harus tetap menjaga diet dan berolah raga secara teratur agar kadar itu dapat tetap dipertahankan. Orang yang memiliki kadar kolesterol total 240 mg/dL atau lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner dua kali lipat mereka yang memiliki kadar kolesterol normal.
    Kolesterol darah yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan:
    1. Penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang dapat menimbulkan serangan jantung
    2.Penyumbatan pada pembuluh darah otak yang dapat menimbulkan serangan stroke.

    Sumber:
    http://www.habbatsonline.com/in/berita/artikel/362-kadar-kolesterol-total.html (akses tanggal 26 Maret 2011 pukul 5.00)
    http://www.iptek.net.id/ind/pustaka_pangan/pdf/Jurnal_PATPI/vol_XIII_no_2_2002/Pdf_dan_doc/vol_XIII_no_2_2002_hal_184.pdf (akses tanggal 26 Maret 2011 pukul 10.45)

  2. Dewa Ayu Putu Satrya Dewi (FA/08314) golongan 2 FKK 2009 Says:

    A. Apa itu Hiperglikemia?
    Hiperglikemia, hiperglikemia, atau gula darah tinggi adalah suatu kondisi di mana jumlah berlebihan glukosa beredar dalam plasma darah. umumnya kadar gula darah pasien melebihi 120 mg/dL diakatakan mengalami hiperglikemia.

    B. Penyebab hiperglikemia

    Hiperglikemia kronis yang tetap paling sering disebabkan oleh diabetes mellitus,dalam kenyataannya hiperglikemia kronis adalah karakteristik mendefinisikan suatu penyakit.Sedangkan pada hiperglikemia akut tanpa penyebab yang jelas dapat menunjukkan diabetes.
    Obat-obat tertentu meningkatkan risiko hiperglikemia, termasuk beta blocker, epinefrin, thiazide diuretik, kortikosteroid, niacin, pentamidin, inhibitor protease, L-asparaginase, dan beberapa agen antipsikotik. Pengobatan hiperglikemia memerlukan eliminasi penyebab yang mendasari,”misalnya,”pengobatan diabetes ketika diabetes adalah penyebabnya. Hiperglikemia akut dan berat dapat diobati dengan administrasi langsung insulin dalam kebanyakan kasus, di bawah pengawasan medis
    Sebagian besar dari pasien yang menderita suatu stres akut seperti infark stroke atau miokard dapat mengembangkan hiperglikemia glukosa plasma> 120 mg / dl dengan tidak adanya diabetes merupakan tanda klinis dari sepsis serta trauma fisik, operasi dan berbagai bentuk stress berat sementara waktu dapat meningkatkan kadar glukosa.

    Hiperglikemia terjadi secara alami selama masa infeksi dan peradangan. Ketika tubuh mengalami stres, katekolamin endogen yang dilepaskan bahwa – antara lain – berfungsi untuk meningkatkan kadar glukosa darah. Jumlah kenaikan bervariasi dari orang ke orang dan dari respons inflamasi respon. Dengan demikian, tidak ada pasien dengan hiperglikemia pertama kali harus segera didiagnosis dengan diabetes jika pasien yang sakit bersamaan dengan sesuatu yang lain. Pengujian lebih lanjut, seperti gula darah puasa, glukosa plasma acak, atau dua-jam kadar glukosa plasma postprandial, harus dilakukan.

    C. Gejala hiperglikemia

    Gejala-gejala berikut mungkin berhubungan dengan hiperglikemia akut atau kronik :
    1. Polyphagia – sering kelaparan, terutama kelaparan diucapkan
    2. Polidipsia – sering haus, haus yang berlebihan terutama
    3. Poliuria – sering buang air kecil, terutama buang air kecil yang
    berlebihan
    4. Penglihatan kabur
    5. Kelelahan (kantuk).
    6. Koma
    7. Miskin penyembuhan luka (luka, goresan, dll)
    8. Mulut kering
    9. Kering atau kulit gatal
    10. Impotensi (laki-laki)
    11. Berulang infeksi seperti infeksi jamur vagina, ruam selangkangan, atau
    infeksi telinga eksternal (telinga perenang)
    12. Kussmaul hiperventilasi: dalam, bernapas cepat
    13. Aritmia jantung
    14. Keadaan pingsan

    Kelaparan Sering tanpa gejala lainnya juga dapat mengindikasikan kadar gula darah yang terlalu rendah. Hal ini dapat terjadi ketika orang yang menderita diabetes minum obat terlalu banyak hipoglikemik oral atau insulin untuk jumlah makanan yang mereka makan. Penurunan mengakibatkan tingkat gula darah hingga di bawah kisaran normal meminta tanggapan kelaparan. Kelaparan ini tidak biasanya diucapkan seperti dalam Tipe I diabetes, terutama bentuk awal remaja, tapi itu membuat resep obat hipoglikemik oral sulit untuk mengelola.

    Polidipsia dan poliuria terjadi ketika kadar glukosa darah meningkat cukup tinggi untuk menghasilkan ekskresi kelebihan glukosa melalui ginjal (glycosuria), menghasilkan diuresis osmotik.

    D. Efek hiperglikemia

    Sementara hiperglikemia sering jinak dan tanpa gejala. kadar glukosa darah dapat naik jauh di atas normal untuk jangka waktu yang signifikan tanpa menghasilkan efek permanen atau gejala. Namun, hiperglikemia kronis pada tingkat lebih dari sedikit di atas normal dapat memproduksi berbagai macam komplikasi yang sangat serius selama periode tahun, termasuk kerusakan ginjal, kerusakan saraf, kerusakan jantung, kerusakan retina dll
    Hiperglikemia akut melibatkan kadar glukosa yang sangat tinggi adalah suatu keadaan darurat medis dan cepat dapat menghasilkan komplikasi serius (seperti kehilangan cairan melalui diuresis osmotik). Hal ini paling sering terlihat pada orang yang menderita diabetes insulin-dependent tidak terkontrol.
    http://www.news-medical.net/health/Hyperglycemia-Causes-(Indonesian).aspx
    http://www.news-medical.net/health/Hyperglycemia-Effects-%28Indonesian%29.aspx
    http://www.news-medical.net/health/What-is-Hyperglycemia.aspx

  3. JefIgnine Says:

    Buy cheap Foxit Corp Foxit PDF Creator 3.0.2 Oem Software Version
    Buy cheap ElcomSoft Advanced IM Password Recovery 3.70 Oem Software Version
    Buy cheap Accessory Software Data Quik 6 Oem Software Version
    Buy cheap Microsoft SQL Server 2008 R2 Datacenter Oem Software Version
    Buy cheap Microsoft Office for Mac Home & Business 2011 Oem Software Version

    buying online Avanquest in Irvine

  4. bemkmfaugm Says:

    Diabetes Melitus (DM) adalah kelainan metabolisme karbohidrat, di mana glukosa darah tidak dapat digunakan dengan baik, sehingga menyebabkan keadaan hiperglikemia. Metode pemeriksaan gula darah meliputi metode reduksi, enzimatik, dan lainnya. Pemeriksaan untuk Pemantauan Pengelolaan DM yang biasa digunakan adalah kadar glukosa darah puasa, 2 jam PP, dan pemeriksaan glycated hemoglobin, khususnya HbA1C, serta pemeriksaan fruktosamin.
    HbA1C adalah komponen Hb yang terbentuk dari reaksi non-enzimatik antara glukosa dengan N terminal valin rantai b Hb A dengan ikatan Almidin. Produk yang dihasilkan ini diubah melalui proses Amadori menjadi ketoamin yang stabil dan ireversibel. Metode pemeriksaan HbA: ion-exchange chromatography, HPLC (high performance liquid chromatography), Electroforesis, Immunoassay, Affinity chromatography, dan analisis kimiawi dengan kolorimetri.
    Interpertasi Hasil Pemeriksaan HbA1C
    HbA1C akan meningkat secara signifikan bila glukosa darah meningkat. Karena itu, HbA1C bisa digunakan untuk melihat kualitas kontrol glukosa darah pada penderita DM (glukosa darah tak terkontrol, terjadi peningkatan HbA1C-nya ) sejak 3 bulan lalu (umur eritrosit). HbA1C meningkat: pemberian Tx lebih intensif untuk menghindari komplikasi. Nilai yang dianjurkan PERKENI untuk HbA1C (terkontrol): 4%-5,9%.Jadi, HbA1C penting untuk melihat apakah penatalaksanaan sudah adekuat atau belum. Sebaiknya, penentuan HbA1C ini dilakukan secara rutin tiap 3 bulan sekali.
    Dods R.F, Diabetes Mellitus, In Clinical Chemistry: Theory, Analysis, Correlation, Eds, Kaplan L.A, Pesce A.J, 3rd Edition, Mosby Inc, USA, 1996:613-640
    Sacks D.B., Carbohydrates, In Tietz Fundamentals of Clinical Chemistry, Eds Burtis C.A, Ashwood E.R, 5th Edition, W.B. Saunders Company, USA, 2001:427-461
    Foster D.W, Diabetes Mellitus, In Harrison’s Principles of Internal Medicine, Eds Fauci, Braunwald, Isselbacher, et al, 14th Edition, McGraw-Hill Companies, USA, 1998:623-75
    Kaplan, L.A., Laboratory Approaches, In Method’s in Clinical Chemistry, Eds Amadeo J, Kaplan L.A., 1987:94-96
    Kaplan, L.A, Carbohydrates and Metabolites, In Method’s in Clinical Chemistry, Eds Amadeo J, Kaplan L.A., 1989:850-856
    Landt M., Glyceraldehide Preserves Glucose Concentrations in Whole Blood Specimens, Clinical Chemistry, 46:8, 2000:1144-1149
    King, M.E., Glycosylated Hemoglobin, In Method’s in Clinical Chemistry, Eds Amadeo J, Kaplan L.A., 1987:113-116

  5. afina muharridhotussilmi (FA/08414) Says:

    mba,, itu yang komen pake web bem tu saya,, maaf mba web bemnya soalnya belom ke log out. trima kasih 😀

  6. Nurindah Tri Margita Says:

    Nama: Nurindah Tri Margita (09/285085/FA/08392)
    Urea merupakan zat diuretik higroskopik dengan menyerap air dari plasma darah menjadi urin. Kadar urea dalam darah manusia disebut BUN (bahasa Inggris: Blood Urea Nitrogen). Peningkatan nilai BUN terjadi pada simtoma uremia dalam kondisi gagal ginjal akut dan kronis atau kondisi gagal jantung dengan konsekuensi tekanan darah menjadi rendah dan penurunan laju filtrasi pada ginjal.
    Pada praktikum penetapan kadar urea nitrogen menggunakan metode enzimatik digunakan aqua demineralisata karena untuk mencegah gugus –SH berikatan dengan logam yang menyebabkan enzim tidak aktif yang akibatnya pengukuran kadar urea nitrogen dengan metode enzimatik tidak dapat dilakukan. Pembutan aqua demineralisata dapat dilakukan dengan ion exchange. Aquades yang biasa digunakan dalam analisis klinik tidak digunakan karena kemungkinan masih terdapat mineral/logam.

    Sumber:
    Siegel, George J., Bernard W Agranoff, R Wayne Albers, Stephen K Fisher, dan Michael D Uhler,1999, Basic Neurochemistry-Molecular, Cellular and Medical Aspects, Edisi ke-6, Lippincott-Raven

    • siti nur rodyah Says:

      siti nur rodyah(09/287055/fa/8422
      Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti “yang paling utama”) adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.

      Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).

      Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.

      Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom.[1] Sampai tahap ini, protein masih “mentah”, hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s